Sejauh mana kamu melangkah untuk mendapatkan sebuah nama? Alasan hanya menjadi sebuah algoritma keberuntungan dalam oposisi dirimu sebagai objek. Sisi lainnya belum tentu kamu adalah orang yang dianggap sebagai satu satunya alasan mengapa kamu pantas dipertaruhkan untuk hidup. Kemenangan atas apa yang telah kita raih tidak pernah nyata dalam perwujudan emosional. Lembar demi lembar mengisi titik dan koma. Tidak mudah membayangkan bagaimana perjuangan seseorang terus berulang demi mendapatkan pola yang sama atau demi mendapatkan keberuntungan. Sayangnya segelintir orang hanya berfokus tentang satu keberuntungan agar polanya terus berulang dan sama. Tanyakan kembali pada dirimu apakah sama, jika kita mendapatkan kesalahan-kesalahan terus menerus adalah sebuah pola atau kesialan.
Jawabannya tentu tidak ada di lembar jawaban, tentu kalian harus mengotak atiknya sendiri dengan pola pikir yang sehat.